Minggu, 08 Januari 2012

Teori Sistem Keperawatan


1.      Definisi
Teori sistem merupakan perubahan dalam satu atau lebih dari satu variabel bersamaan atau disusul dengan perubahan variabel lain atau kombinasi variabel.
Teori sistem dapat dianalogikan dengan sistem yang ada pada organisme. Organisme sel itu terdiri atas sel-sel, dan sel-sel membentuk suatu molekul. Tiap bagian yang ada membentuk sistem yang terintegrasi dan terdiri dari struktur yang saling bergantungan dan bekerja secara harmonis.

2.      Macam-macam Teori Sistem
Ada 3 sistem menurut system teori umum:
1.      Sistem mekanistis (mesin buatan manusia dan alam material) : masih bisa dijelaskan dalam kerangka pandangan dunia mekanistis a la Newton
2.      Sistem organistis (makhluk hidup) : sistem yang sangat kompleks yang tidak dapat dikalkulasi secara matematis dan deterministis
3.      Sistem semiotis (masyarakat sebagai sistem makna) : sistem yang lebih kompleks daripada sistem organisi
3.      Type dari teori sistem
a.       Tipe I         :     Theory for Analyzing. Menganalisa “apa itu” sebagai kebalikan dari
                        penjelasan kausalitas atau melakukan generalisasi yang prediktif. Teori
                        ini adalah teori paling dasar dari teori.
b.      Tipe II        :     Theory for Explaining. Menjelaskan bagaimana dan kenapa suatu
                        fenomena terjadi
c.       Tipe III       :     Theory for Predicting. Bertujuan memprediksi apa yang akan terjadi
                        bukan kenapa itu terjadi; sebagian dari sistem masih merupakan “kotak
                        hitam”.
d.      Tipe IV      :     Theory for Explaining and Predicting (EP Theory). Tipe ini Menga-
                        takan  apa itu, bagaimana, kenapa, dimana dan apa yang akan terjadi.

e.       Tipe V        :     Theory for Design and Action. Tipe teori ini menceritakan bagaimana
                        melakukan sesuatu.

4.       Konsep Teori Sistem
Teori sistem memiliki dua konsep dasar yaitu pertama, konsep subsistem yang melihat hubungan antar bagian sebagai hubungan sebab akibat. Konsep kedua memandang sebab jamak (multiple causation) sebagai hubungan yang saling berkaitan yakni tiap bagian merupakan kompleks (kumpulan) yang tiap faktornya saling berkaitan.

5.      Karakterisitik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu mempunyai :
a.   Komponen (components)
Terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, dan bekerja sama
membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat terdiri dari beberapa
subsistem atau subbagian, dimana setiap subsistem tersebut memiliki
fungsi khusus dan akan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
b. Batas sistem (boundary)
Merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem lainnya
atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem
dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang
lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c. Lingkungan luar sistem (environments)
Adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
Lingkungan luar dapat bersifat menguntungkan dan merugikan.
Lingkungan yang menguntungkan harus tetap dijaga dan dipelihara,
sebaliknya lingkungan yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan,
kalau tidak ingin terganggu kelangsungan hidup sistem.


d. Penghubung (interface)
Merupakan media penghubung antar subsistem, yang memungkinkan sumbar-
sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk
subsistem lainnya melalui penghubung disamping sebagai penghubung untuk
mengintegrasikan subsistem-subsistem menjadi satu kesatuan.
e. Masukan (input)
Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem, yang dapat berupa masukan
perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input).
Masukan perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem dapat
beroperasi, sedangkan masukan sinyal adalah energi yang diproses untuk
mendapatkan keluaran. Sebagai contoh di dalam sistem komputer, program
adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan
data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran (output)
Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran
yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk
subsistem yang lain. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan
adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan,
sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
g. Pengolah (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah
masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan
berupa bahan baku dan bahan-bahan lain menjadi keluaran berupa barang
jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-
laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.



h. Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective).
Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak
akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan
yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.
Suatu sistem dikatakan bersila bila mengenai sasaran atau tujuannya.

6.      Contoh teori system Keperawatan
a.      Teori menurut Nightingale (1860)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk memfasulitasi proses penyembuhan
tubuh dengan memanipulasi lingkungan
klien (Torres, 1986)
  • Kerangka Kerja praktik            :           Lingkungan klien dimanipulasi untuk
ketenangan, nutrisi, kebersihan, cahaya,
kenyamanan, sosilaisasi dan harapan yang sesuai


  • b.      Teori menurut Peplau (1952)
Tujuan Keperawatan                :           Untuk mengembangkan interaksi antara perawat
                                                            dan klien (Peplau, 1952)
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Keperawatan adalah proses penting, terapeutik
dan interpersonal (Peplau, 1952). Keperawatan
berpartisipasi dalam menyusun struktur system
asuhan kesehatan untuk memfasilitasi kondisi
yang alami dan kecenderungan manusia untuk
mengembangkan hubungan interpersonal
(Marriner-Toney, 1994)




  • c.       Teori menurut Henderson (1955)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga
                                                            pemberi pelayanan kesehatan, membantu klien
                                                            untuk mendapatkan kembali kemandiriannya
                                                            secepat mungkin
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Praktik keperawatan membentuk klien untuk
                                                            melakukan 14 kebutuhan dasar Henderson

  • d.      Teori menurut Abdellah (1960)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk memberikan pelayanan kepada individu,
keluarga, dan masyarakat. Untuk menjadi perawat yang baik dan berpengertian, juga mempunyai kemampuan intelegensia yang tinggi, kompeten, dan memiliki keterampilan yang baik dalam memberikan pelayanan keperawatan.
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Teori ini melingkupi 21 masalah keperawatan
Abdellah
  • e.       Teori menurut Orlando (1961)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk berespons terhadap perilaku klien dalam
memenuhi kebutuhan klien dengan segera. Untuk berionteraksi dengan klien untuk memenuhi kebutuhan klien secepat mungkin dengan mengidentifikasi perilaku klien, reaksi perawat, tindakan keperawatn yang dilakukan
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Tiga elemen seperti perilaku klien, reaksi
perawat, dan tindakan perawat membentuk situasi keperawatan







  • f.        Teori menurut Hall (1962)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk memberikan asuhan dan kenyamanan
bagi klien selama proses penyakit
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Seorang klien dibentuk oleh bagian-bagian
berikut yang saling tumpang tindih yaitu
manusia (inti), status patologis, dan pengobatan
(penyembuhan) dan tubuh perawatan. Perawat
sebagai pemberi perawatan
  • g.       Teori menurut Rogers (1970)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan, mencegah kesakitan, dan merawat
serta merehabilitasi klien yang sakit dan tidak
mampu dengan pendekatan humanistic keperawatan
  • Kerangka Kerja Praktik           :           “Manusia utuh” meliputi proses sepanjang
hidup. Klien secara terus menerus berubah dan
menyelaraskan dengan lingkungannya
  • h.       Teori menurut Orem (1971)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk merawat dan membantu klien mencapai
perawatan diri secara total
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Teori ini merupakan teori kurangnya perawatan
diri sendiri. Asuhan keperawatan menjadi
penting ketika klien tidak mampu memenuhi
kebutuhan biologis, psikologis, perkembangan
dan sosial
  • i.         Teori menurut King (19714)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk memanfaatkan komunikasi dalam
membantu klien mencapai kembali adaptasi
secara positif terhadap lingkungan
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Proses keperawatan didefinisikan sebagai proses
interpersonal yang dinamis antara perawat, klien
dan sistem pelayanan kesehatan


  • j.        Teori menurut Neuman (1972)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk membantu individu, keluarga, dan
kelompok untuk mendapatkan dan
mempertahankan tingkat kesehatan
maksimalnya melalui intervensi tertentu
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Penurunan stresadalah tujuan darisistem model
praktik keperawatan.Tindakan keperawatan meliputitidakan preventif tingkat primer. Sekunder, tersier
  • k.      Teori menurut Leininger (1972)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk memberikan perawatan yang konsisten
dengan ilmu dan pengetahuan keperawatan
dengan caring sebagai focus sentral
  • Kerangka Kerja Praktik           :           dengan teori transkultural ini, caring merupakan
sentral dan menggabungkan pengetahuan dan
praktik keperawatan
  • l.         Teori menurut Roy (1979)
  • Tujuan Keperawatan                :           Untuk mengidentifikasi tipe kebutuhan klien,
mengkaji kemampuan adaptasi terhadap
kebutuhan dan membantu klien beradaptasi
  • Kerangka Kerja Praktik           :           Model adaptasi ini didasari oloeh model adaptasi
fisiologis,psikologis, sosiologis, serta
ketergantungan dan kemandirian


7.      Ada empat tujuan utama dari teori:
1.      Analysis and description.
Teori menyediakan deskripsi dari fenomena kepentingan, menganalisa relasi            diantara bangunan-bangunan, derajat generalisasi pada banguan dan relasi dan batas-batas pada relasi.
2.      Explanation.
Teori menyediakan penjelasan dari bagaimana, kenapa, dan kapan sesuatu itu terjadi.
3.      Prediction.
Teori menyatakan apa yang akan terjadi di kemudian harinya jika kondisi sebelumnya pasti diadakan.
4.      Prescription.
Kasus spesial dari prediksi yang ada dimana teori menyediakan deskripsi dari metode atau struktur atau keduanya dalam pembangunan artifact.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar